logo www.mandarmaju.com

 

search:

 
daftar Toko Buku

Untuk informasi silahkan hubungi melalui email atau telpon ke +62226018218

keranjang belanja | checkout
A | B | C | D | E | F | G | H | I | K | L | M | N | P | Q | R | S | T | U | V | W | Y | Z | All |

PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI DALAM PERKARA PERCERAIAN DAN KEWARISAN

pengarang:
Drs. Abdul Manaf, M.H.

ISBN 978-979-538-403-8

Cetakan:
I / 2013

Tebal:
X + 278

Harga:
Rp 59000

Deskripsi Singkat:

Buku ini berisi 25 putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan upaya Peninjauan Kembali (PK) dalam perkara perceraian dan kewarisan. Perkara perceraian itu berasal dari lingkungan peradilan umum sebanyak lima perkara dan dari lingkungan peradilan agama sebanyak tiga perkara. Perkara  kewarisan berasal dari lingkungan peradilan umum sebanyak 11 perkara dan dari lingkungan peradilan agama sebanyak enam  perkara. Sumber rujukan putusan tersebut adalah website MA, dengan tidak menginformasikan tanggal dan teknis pengajuan permohonan PK oleh pemohon bersangkutan.

Pertimbangan majelis hakim PK untuk perkara perceraian dari lingkungan peradilan umum adalah karena alasan novum sebanyak dua perkara, karena alasan kekeliruan dan kehilafan hakim sebanyak dua perkara, dan karena alasan adanya kebohongan pihak lawan sebanyak satu perkara; perceriaan dari lingkungan peradilan agama adalah karena alasan adanya kebohongan pihak lawan sebanyak satu perkara dan karena alasan adanya kekeliruan dan kehilafan hakim sebanyak dua perkara. Untuk perkara kewarisan dari lingkungan peradilan umum karena alasan adanya novum sebanyak empat perkara, karena alasan adanya kekeliruan dan kehilafan hakim sebanyak enam perkara, dan karena alasan adanya dua putusan yang saling bertentangan sebanyak satu  perkara; sedangkan untuk perkara kewarisan dari lingkungan peradilan agama adalah dua perkara karena alasan adanya novum dan empat perkara karena alasan adanya kekeliruan dan kehilafan hakim.

Formulasi putusan PK yang tersaji dalam buku ini  dimodifikasi sedemikian rupa dan untuk pengaburan hal-hal tertentu ditempuh teknis antara lain sebagai berikut:

  • Dalam perkara perceraian, nama anak disamarkan dengan "ANAK". Kalau anak itu lebih dari satu orang, dibedakan dengan "ANAK I", "ANAK II" dan seterusnya. Demikian juga nama dan alamat pihak terkait, misalnya saksi, dicantumkan inisialnya.
  • Dalam perkara kewarisan, nama pihak-pihak, pewaris, saksi, atau person terkait lainnya disamarkan dengan menulis inisialnya atau potongan nama dengan mengambil maksimal tiga huruf. Khusus untuk potongan nama, hal ini ditempuh guna menghindari terjadinya kesamaran identitas kedudukan antara person satu dengan yang lain. Letak objek disamarkan dengan hanya menulis nama kabupaten/kota tempat objek berada, tanpa mencantumkan nama dan nomor jalan, RT/RW, desa/kelurahan, dan kecamatan letak objek dimaksud. Batas-batas objek, kalau berbatasannya dengan tanah milik seseorang, milik perusahaan, atau makam/kuburan, ditulis inisial nama orang, perusahaan atau makam/kuburan tersebut; kalau berbatasannya dengan jalan raya, jalan, rumah, sungai/kali, maka nama jalan raya, jalan, rumah, sungai/kali itu dicantumkan "jalan raya", "jalan", "rumah", "sungai/kali" saja, tanpa ada tambahan penjelasan lainnya. Tetapi, dalam perkara tertentu ada juga nama jalan raya yang dicantumkan inisialnya.

 

Daftar isi:

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR l v

DAFTAR ISI l vii

PENDAHULUAN l 1

 

PERCERAIAN

PERADILAN UMUM

 

1.        Putusan MA No. 42 PK/Pdt/2002 tanggal 16 Oktober 2003 jis. putusan MA No. 419 K/Pdt/1999 tanggal 16 Februari 2000 dan putusan PT Semarang No. 137/PDT/1998/PT.SMG. tanggal      4 Juni 1998 serta putusan PN Purwokerto No. 20/Pdt.G/1997/ PN.Pwt. tanggal 30 Oktober 1997 l 32

2.        Putusan MA No. 238 PK/Pdt/2004 tanggal 24 Januari 2007 jis. putusan MA No. 2199 K/Pdt/2002 tanggal 23 Oktober 2002 dan putusan PT Jakarta No. 232/PDT/2000/PT.DKI. tanggal 19 Juli 2000 serta putusan PN Jakarta Pusat No. 593/PDT.G/1999/ PN.JKT.PST. tanggal 15 Februari 2000 l 37

3.        Putusan MA No. 294 PK/Pdt/2004 tanggal 20 November 2007 jo. putusan PN Bandung No. 218/Pdt.G/2003/ PN.Bdg.  tanggal 08 Desember 2003 l 44

4.        Putusan MA No. 185 PK/Pdt/2005 tanggal 15 April 2008 jo. putusan PN Bandung No. 88/Pdt.G/2004/ PN.Bdg. tanggal      5 Mei 2004 l 50

5.        Putusan MA No. 62 PK/Pdt/2006 tanggal 10 Juni 2009 jis. putusan MA No. 1605 K /Pdt/2004 tanggal 30 Maret 2005 dan putusan PT Jakarta No. 162/Pdt/ 2003/PT.DKI tanggal 1 Juli 2003 serta putusan PN Jakarta Barat No. 104/Pdt.G/2002/ PN.JKT.BAR. tanggal 2 September 2002 l 83

 

PERADILAN AGAMA

 

1.        Putusan MA No. 18 PK/AG/2009 tanggal 5 Juni 2009 jo. putusan PA Surabaya No. 1567/Pdt.G/2008/PA.SBY. tanggal 15 Juli 2008 l 92

2.        Putusan MA No. 58 PK/AG/2009 jis. putusan MA No. 450 K/AG/2008 tanggal 5 Desember 2008 dan putusan PTA Jakarta  No. 131/Pdt.G/2007/PTA.JK. tanggal 30 Januari 2008 serta putusan PA Jakarta Barat  No. 14/Pdt.G/ 2007/PA.JB. tanggal 11 Juli 2007 l 100

3.        Putusan MA No. 67 PK/AG/2010 tanggal 23 Desember 2010 jis. putusan MA No. 184 K/AG/2009 tanggal 4 Agustus 2009 dan putusan PTA Jakarta No. 48/Pdt.G/2008/PTA.Jk. tanggal 24 September 2008 serta putusan PA Jakarta Pusat No. 249/ Pdt.G/2007/PA.JP. tanggal 16 Januari 2008 l 108

 

 

KEWARISAN

 

PERADILAN UMUM

 

1.        Putusan MA  No. 442 PK/Pdt/2000 tanggal 31 Januari 2007 jis. putusan MA No. 800 K/Pdt/1995 tanggal 30 September 1998 dan putusan PT Sumatera Barat No. 86/PDT.G/1994/ PT.PDG. tanggal 1 Desember 1994  serta putusan PN Padang   No. 121/Pdt.G/1993/PN.Pdg. tanggal 20 April 1994 l 129

2.        Putusan MA No. 628 PK/Pdt/2001 tanggal 18 September 2006 jis. putusan MA No. 3435 K/Pdt/1998 tanggal 27 Maret 2000 dan putusan PT Medan No. 139/Pdt/1997/PT.MDN. tanggal 26 April 1997 serta putusan PN Kisaran No. 20/Pdt.G/1995/PN.Kis. tanggal 22 November 1995 l 138

3.        Putusan MA  No. 231 PK/Pdt/2002 tanggal 9 April 2008 jis. putusan MA No. 967 K/Pdt/1995 tanggal 7 April 1997 dan putusan PT Ujung Pandang No. 72/PDT/1994/PT.UJ.PDG. tanggal 19 Oktober 1994 dan putusan PN Watampone          No. 65/PDT.G/1992/PN.WTP. tanggal 4 Maret 1993 l 144

4.        Putusan MA  No. 251 PK/Pdt/2004 tanggal 26 September 2007 jis. putusan PT Jawa Timur No. 773/PDT/2001/PT.SBY. tanggal 19 April 2002 dan putusan PN Surabaya No. 112/Pdt.G/2000/ PN.Sby. tanggal 9 Januari 2001 l 148

5.        Putusan MA No. 27 PK/Pdt/2006 tanggal 07 Juli 2009 jis. putusan MA No. 523 K/Pdt/2002 tanggal 13 April 2004 dan putusan PT Makassar No. 403/PDT/2000/PT.MKS. tanggal      24 Januari 2001 serta putusan PN Ujung Pandang No. 41/ Pts.Pdt.G/1999/PN.Uj.Pdg. tanggal 9 November 1999 l 154

6.        Putusan MA  No. 90 PK/Pdt/2006 tanggal 12 Januari 2008 jis. putusan MA No. 1574 K/Pdt/2000 tanggal 28 Januari 2002 dan putusan PT  Manado No. 70/Pdt/1998/PT.Mdo. tanggal 25 Juni 1998 serta putusan PN Manado No. 111/Pdt.G/1996/PN.Manado tanggal 16 Agustus 1997 l 163

7.        Putusan MA No. 362 PK/Pdt/2006 tanggal 22 Januari 2008 jis. putusan MA No. 29 K/PDT/2004 tanggal 28 April 2005 dan putusan PT Denpasar No. 54/PDT/2003/PT.DPS. tanggal        13 Mei 2003 serta putusan PN Denpasar No. 188/Pdt.G/2002/ PN.Dps. tanggal 16 Desember 2002 l 168

8.        Putusan  MA No. 409 PK/Pdt/2006 tanggal 27 Juli 2007J jis. putusan MA No. 3193 K/Pdt/2003 tanggal 14 Juli 2005 dan putusan PT Mataram   No. 192/PDT/2002/PT.MTR. tanggal 22 Februari 2003 serta putusan PN  Praya  No. 13/PDT.G/2002/ PN.PRA. tanggal 15 Juni 2002 l 177

9.        Putusan MA  No. 17 PK/PDT/2008 tanggal 25 Juni 2008 jis. putusan MA No. 2787 K/Pdt/2002 tanggal 23 Januari 2006 dan putusan PT Bandung No. 550/PDT/2001/PT.BDG. tanggal 13 Februari 2002 serta putusan  PN Bandung No. 77/PDT/G/2001/ PN.BDG. tanggal 11 Juli 2001 l 181

10.    Putusan MA No. 141 PK/Pdt/2008 tanggal 13 Mei 2009 jis. putusan MA No. 1507 K/PDT/2006 tanggal 29 Januari 2007 dan putusan PT DKI Jakarta No. 159/PDT/2005/PT.DKI. tanggal 30 Juni 2005 serta putusan PN Jakarta Pusat No. 508/PDT.G/2003/ PN.JKT.PST. tanggal 3 Agustus 2004 l 191

11.    Putusan MA No. 178 PK/Pdt/2010 tanggal 26 Juli 2010 jis. putusan MA No. 871 K/Pdt/2008 tanggal 21 Oktober 2008 dan putusan PT Kalimatan Barat No. 41/PDT/2007/PT.PTK. tanggal 28 September 2007 dan putusan PN Pontianak No. 71/PDT.G/ 2006/PN.PTK. tanggal 19 April 2007  l 219

 

 PERADILAN AGAMA

 

1.        Putusan MA No. 41 PK/AG/2007 tanggal 23 Mei 2008 jo. penetapan PA Cianjur No. 148/Urs/1987 tanggal 18 Mei 1987  l 227

2.        Putusan MA No. 21 PK/AG/2009 tanggal 16 Juni 2009 jo. penetapan PA Karawang   No. 115/Pdt.P/2008/PA.Krw. tanggal 21 Mei 2008 l 232

3.        Putusan MA No. 02 PK/AG/2010 tanggal 11 Juni 2010 jis. putusan MA No. 168 K/AG/2008 tanggal 15 Agustus 2008 dan putusan PTA Medan No. 58/Pdt.G/2007/PTA.Mdn. tanggal 20 September 2007 serta putusan PA Rantauprapat No. 21/Pdt.G/ 2007/ PA.Rap. tanggal 3 Mei 2007 l 236

4.        Putusan MA No. 04 PK/AG/2010 tanggal 25 Mei 2010 jis. putusan MA No. 165 K/AG/2008 tanggal 18 Juli 2008 dan putusan PTA Mataram No. 24/Pdt.G/2007/PTA.MTR. tanggal 8 Agustus 2007 M. serta putusan PA Giri Menang No. 87/ Pdt.G/2006/PA.GM. tanggal 21 Februari 2007 M l 251

5.        Putusan MA No. 08 PK/AG/2010 tanggal  20 Oktober 2010 jis. putusan MA  No. 312 K/AG/2009 tanggal 4 Agustus 2009 dan putusan PTA Jakarta No. 109/Pdt.G/2008/PTA.JK. tanggal        24 Desember 2008 serta putusan PA Jakarta Selatan No. 769/ Pdt.G/2007/PA.JS.  tanggal 10 Juli 2008 l 261

6.        Putusan No. 31 PK/AG/2010 tanggal 12 Juli 2010 jis. putusan MA No. 297K/AG/2009 tanggal 16 Juni 2009 dan putusan Mahkamah Syari'ah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam No. 81/Pdt.G/2008/Msy.Prov. tanggal 6 Januari 2009 M. serta putusan Mahkamah Syari'ah Sigli No. 142/Pdt.G/2007/Msy.Sgi.  tanggal 18 Juni 2008 M l 271

 

CURRICULUM VITAE l 278